Perbandingan Kekuatan Kroasia 2018 dengan Kroasia 1998

Agen Bola Piala Dunia 2018 – Perbandingan Kekuatan Kroasia 2018 dengan Kroasia 1998 – Timnas Kroasia sukses melangkah hingga final Piala Dunia 2018. Hal ini menjadi sejarah baru untuk sepakbola Kroasia.

Jika melihat Kroasia 1998 mereka adalah tim generasi emas pertama yang dimiliki Kroasia yang baru merdeka 1991. Kala itu Vatreni sebagai tim debutan mampu tampil mengejutkan dengan lolos ke babak semifinal sebelum akhirnya dikalahkan Prancis. Kali ini pun The Blazers akan melawan Les Blues di Final.

Suksestor Kroasia 1998 yakni Davor Suker dkk yang kemudian jadi pondasi untuk mimpi-mimpi yang lebih besar bagi pemuda-pemuda Kroasia berikutnya, seperti Ivan Rakitic, Luka Modric, hingga Mario Mandzukic.

Berikut adalah perbandingan kekuatan Kroasia 2018 dengan Kroasia 1998:
Kiper
Kroasia saat ini diperkuat oleh Danijel Subasic, ia telah menunjukkan kapasitasnya sebagai pelindung gawang Kroasia sepanjang Piala Dunia 2018 berjalan. Kemampuannya sudah terbukti dengan keberhasilan Kroasia melalui dua drama adu penalti dengan kemenangan.

Pada Piala Dunia 1998 kiper Kroasia Drazen Ladic, ia juga memiliki peran penting dalam keberhasilan timnya. Peran besarnya amat terlihat dalam laga melawan Jerman di babak perempat final yakni ia mampu mematahkan sejumlah peluang emas Jerman termasuk tendangan jarak dekat Olivier Bierhoff. Jerman sangat putus asa dalam laga itu yang akhirnya kalah dengan skor 0-3.

Namun Ladic gagal menjaga pintu gawang dibabak semifinal. Ia tak mampu menghalau aksi Lilian Thuram yang muncul sebagai pahlawan Prancis. Melihat lebih banyak laga sulit yang telah dilalui Kroasia kali ini, Subasic layak mendapatkan nilai plus dibandingkan Ladic.

Bek
Kroasia 2018 dikomandani Dejan Lovren di lini belakang, dibantu oleh Domagoj Vida, Sime Vrsaljko, dan Ivan Strinic. Selama Piala Dunia 2018, Vatreni termasuk salah satu tim yang memiliki pertahanan kokoh. Dibabak penyisihan grup yang sering disebut grup neraka, Kroasia hanya kebobolan satu gol. Lalu di fase gugur, mereka kemasukan satu gol tiap pertandingan.

Kroasia 1998, Slaven Bilic adalah komandan lini belakang Kroasia, dibantu oleh Igor Stimac, Dario Simic, dan Robert Jarni. Bilic termasuk bek yang garang dan lugas terhadap lawan. Serta memiliki bek sayap, Jarni yang termasuk rajin membantu serangan dan terbukti dengan satu golnya ke gawang Jerman.

Kroasia 1998 juga mampu mencetak dua clean sheet dan cuma kebobolan tiga gol dalam empat laga di fase knock out, sementara Kroasia kali ini sudah kebobolan tiga gol sebelum menjalani laga final. Melihat dari ini sepertinya Kroasia 1998 masih lebih unggul dibandingkan tim saat ini dalam pertahanan.

Gelandang
Kroasia 2018 memiliki gelandang apik seperti Luka Modric, Marcelo Brozovic dan Ivan Perisic, ditambah gelandang dengan naluri serang mematikan macam Ante Rebic dan Ivan Perisic.

Gelandang tersebut yang membuat Kroasia mendominasi permainan, bahkan saat menghadapi tim besar seperti Argentina. Gelandang adalah elemen terkuat yang ada dalam timnas Kroasia saat ini. Rangkaian gelandang ini bisa menjadi penghubung yang baik antara lini belakang dan depan. Bahkan barisan gelandang ini ikut rapat membantu menggalang pertahanan dan dapat jadi pemecah masalah ketika striker mengalami kebuntuan.

Zvonimir Boban adalah otak permainan Kroasia 1998. Gelandang AC Milan itu menunjukkan peran besarnya dalam mengatur serangan. Aljosa Asanovic, Zvonimir Soldo, Mario Stanic, dan Robert Prosinecki bahu membahu menggalang lini tengah Kroasia. Skuad ini sukses membuat lawan kewalahan, seperti Jerman yang dihantam 3-0. Serta Argentina dan Prancis yang harus susah payah mendapatkan kemenangan.

Namun jika di lihat dari sisi gelandang Kroasia 2018 dengan Kroasia 1998, Kroasia 2018 lebih baik.

Striker
Kroasia 2018 memiliki Mario Mandzukic sebagai ujung tombak dengan jam terbang yang tinggi. Ia punya banyak cara untuk membongkar pertahanan lawan. Striker Juventus menyumbang dua gol di fase gugur.

Namun jika dibandingkan Davor Suker di Kroasia 1998, jelas Suker lebih unggul. Suker lebih konsisten sebagai mesin gol sepanjang turnamen. Ia mampu mencetak sebanyak enam gol sepanjang turnamen. Sampai saat ini, Suker masih layak menyandang predikat striker terbaik Kroasia di Piala Dunia.

Baca Juga :